Cintai aku atau benci aku sekalian, tapi jangan acuhkan aku..

Hmm…begitulah kira-kira artinya. Sebait kalimat yang aku kutip dari novel “Sang Pemimpi”.
Wooa…menyedihkan sekali bukan? Ternyata dibenci oleh orang yang kita cintai masih kurang menyakitkan, dibandingkan jika kita diacuhkan.
Tapi aku gk melihat kalimat ini dari sudut percintaan. Kalimat ini memilki banyak sudut, dan aku menilainya dari sudut kesungguh-sungguhan yang berarti:
“kerjakan sesuatu secara total, atau tinggalkan!”
Yaiyalah..emang harus kaya’ gitu. Suatu hal yang ingin kita lakukan jika gk sungguh, orang bodoh juga tau, pasti hasilnya akan jauh dari harapan atau malah menjurus gagal. Kan kalo dah kyk gitu mending gak usah dibuat. Bikin habis waktu dan tenaga aja kan.
Misalnya gini, ketika kita disodorkan sesuatu untuk kita kerjakan, kita menerimanya karena gengsi atau terpaksa, padahal kalo kita dari awal udah bilang gak sanngup atau gak mau, toh pekerjaan itu bisa dialihkan ke orang lain dan mungkin akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat di tangan orang yang tepat.
Jadi sebaiknya kita mikir-mikir dulu sebelum melakukan sesuatu. Pertimbangkan baik-buruk dan segala resikonya. Kalo cuma semangat di judulnya aja, mending gak usah diterusin deh. Mubazir waktu kan..