Category: Cerita


sahabat ?

percaya gk dgn yg namanya persahabatan?
menurut aku,persahabatan itu seperti maut.
gk tau kpn datang dan perginya.
orang yang dulu kita anggap sbg sahabat, bisa aja tiba2 berubah menjadi orang yang kita benci.
jgn terlalu mendewakan sahabat.
mereka juga manusia yang memiliki 1001 sifat yg gak kita knl.
tapi aku yakin kok, sahabat sejati itu masih ada.
biarpun susah dicari
asik kan kalo kita punya sahabat yg bisa jadi tong sampah masalah2 kita.
jika kamu yakin sahabat yang kmu pny saat ini adalah sahabat sejati, pertahankan dia.
persahabatan itu gk da dijual di toko manapun.
gak akan bisa dibeli sekalipun kita orang terkaya di dunia ini.
persahabatan itu akan datang dgn sendirinya ketika kita tulus untuk mendengarkan dan memahami perasaan orang lain.
i’m sure that friendship is still mine )

Kebahagiaan yang paling indah adalah ketika kita bisa membuat orang lain bahagia. Kita akan ikut tersenyum bila orang lain tersenyum.

Perbuatan baik yang udah pernah kita lakukan terhadap orang lain sebaiknya gk usah diingat-ingat lagi.Biarkan semua itu melebur bersama tinta yang digoreskan oleh malaikat rakib di sebelah kanan kita.

Tapi kenapa banyak orang yang angkuh untuk meruntuhkan dinding ketidak ikhlasannya?? ada orang yang mau menolong jika diberi imbalan atau pujian. apa untungnya coba? toh kalo kita ikhlas, kita bakal dipuji berjuta2 kali lipat oleh Allah..

mau pilih dipuji Allah apa dipuji manusia?

Lalu kenapa juga ada orang yang enggan menolong saudaranya yang sedang kesusahan? bahkan gk jarang dikasih bonus hardikan dan makian. kalo gk mau nolong yaudah, gk usah pake acara maki2an donk! Dosanya kan jadi double. kasian banget orang2 yang kaya’ gitu ya..

Di dunia ini, banyak orang yang susah. banyak orang yang membutuhkan pertolongan kita. Lalu, apa kita peduli? bahkan gk jarang kita menutup telinga mendengar jerit mereka. di mana nurani kita? manusia kan seharusnya punya hati nurani. apa susahnya sih nolongin orang yang emang bener2 butuh bantuan kalo qt sanggup?

Coba pikirkan ya, misalnya gini:

ada seorang pengemis yang mendatangi kita. lalu dia minta sedikit sedekah dari kita. pernah mikir gk, kenapa pengemis itu harus datang pada kita. padahal masih banyak orang lain di sekitar kita. semua itu Allah yang ngatur. karena Allah tau kalo kita mampu untuk sedikit memberi. dengan cara itu Allah memberikan salah satu ujian. jika kita menyia-nyiakannya maka nilai kita udah minus. Rugi kan!

Di dunia ini banyak orang yang miskin, tapi banyak juga yang kaya. semua itu cobaan.

bagi yang miskin diuji, apakah dia akan tetap beriman dalam kemiskinannya,karena kemiskinan itu sangat dekat dengan kekufuran.

lalu kepada orang2 kaya diuji, apakah mereka mampu menjaga amanah Allah itu? apakah mereka sanggup mempertahankan keimanan?atau malah mereka sibuk menghitung harta..?

seandainya bisa memilih mau jadi miskin atau kaya, kedua pilihan itu sama2 sulit dan sama2 mudah.

kalo kita jadi orang miskin, maka di akhirat kelak, harta milik kita yang akan dihisab hanya sedikit. jadi tanggung jawab kita terhadap harta tidak terlalu besar. tapi sayangnya, orang miskin itu cuma bisa memberi sedikit sedekah.

namun semakin banyak harta kita, semakin banyaklah harta yang dihisab…

Cintai aku atau benci aku sekalian, tapi jangan acuhkan aku..

Hmm…begitulah kira-kira artinya. Sebait kalimat yang aku kutip dari novel “Sang Pemimpi”.
Wooa…menyedihkan sekali bukan? Ternyata dibenci oleh orang yang kita cintai masih kurang menyakitkan, dibandingkan jika kita diacuhkan.
Tapi aku gk melihat kalimat ini dari sudut percintaan. Kalimat ini memilki banyak sudut, dan aku menilainya dari sudut kesungguh-sungguhan yang berarti:
“kerjakan sesuatu secara total, atau tinggalkan!”
Yaiyalah..emang harus kaya’ gitu. Suatu hal yang ingin kita lakukan jika gk sungguh, orang bodoh juga tau, pasti hasilnya akan jauh dari harapan atau malah menjurus gagal. Kan kalo dah kyk gitu mending gak usah dibuat. Bikin habis waktu dan tenaga aja kan.
Misalnya gini, ketika kita disodorkan sesuatu untuk kita kerjakan, kita menerimanya karena gengsi atau terpaksa, padahal kalo kita dari awal udah bilang gak sanngup atau gak mau, toh pekerjaan itu bisa dialihkan ke orang lain dan mungkin akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat di tangan orang yang tepat.
Jadi sebaiknya kita mikir-mikir dulu sebelum melakukan sesuatu. Pertimbangkan baik-buruk dan segala resikonya. Kalo cuma semangat di judulnya aja, mending gak usah diterusin deh. Mubazir waktu kan..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.